Mahasiswa KKN UNISRI Berdayakan UMKM Desa Ngrombo melalui SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method)
Sragen – Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Wiri Tanaya Hayu Madyani melaksanakan program kerja individu SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method) di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.
Program ini dilaksanakan dengan pendekatan door to door, yaitu mahasiswa mendatangi secara langsung pelaku UMKM di tempat usahanya. Pendekatan tersebut dipilih agar edukasi dan praktik pembukuan dapat disampaikan secara lebih fleksibel serta disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing usaha.
Kegiatan menyasar tiga pelaku UMKM, yaitu UMKM keripik tempe dan UMKM keripik pisang di Kebayanan Sanggrahan RT 4, serta Rumah Makan Sederhana Bu Marni di Kebayanan Ngrombo RT 10. Pelaksanaan pada UMKM keripik tempe dilakukan pada Senin, 3 Agustus 2026, sedangkan UMKM keripik pisang pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pendampingan pada Rumah Makan Sederhana Bu Marni dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Program SIAP UMKM dilatarbelakangi oleh masih adanya pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Transaksi usaha juga berpotensi tercampur dengan transaksi pribadi sehingga pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam mengetahui modal, pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan usaha secara jelas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya metode pencatatan yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kemampuan pelaku UMKM.
Pada pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pembukuan serta memperkenalkan konsep dasar single entry method. Pelaku UMKM diarahkan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran secara sederhana dan teratur. Selain mendapatkan penjelasan, pelaku usaha juga diajak mempraktikkan pencatatan berdasarkan contoh transaksi yang berasal dari kegiatan usaha sehari-hari.
Mahasiswa turut memberikan format pembukuan sederhana atau buku kas yang dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM. Format tersebut mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha sehingga pelaku usaha dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangannya.
Pelaksanaan secara door to door juga memungkinkan mahasiswa menyesuaikan materi dengan karakteristik setiap UMKM. Perbedaan jenis usaha, jumlah transaksi, modal, serta pola penerimaan dan pengeluaran membuat contoh pencatatan perlu disampaikan secara fleksibel. Dengan menggunakan contoh yang dekat dengan aktivitas usaha masing-masing, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memahami penerapan metode single entry.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pembukuan, mampu mengenali pencatatan penerimaan dan pengeluaran menggunakan metode single entry, serta memperoleh format pembukuan yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi secara rutin. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengevaluasi perkembangan usaha, memperkirakan keuntungan, mengendalikan pengeluaran, dan mengambil keputusan usaha secara lebih terarah.
Melalui program SIAP UMKM, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Ngrombo untuk membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang lebih tertib. Tidak hanya mengetahui jumlah uang yang masuk dan keluar, pelaku usaha diharapkan mampu memanfaatkan catatan keuangan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Penulis: Wiri Tanaya Hayu M
