GALEH
– Kebiasaan menabung merupakan salah satu
bentuk pembelajaran sederhana yang penting dikenalkan kepada anak sejak usia
dini. Melalui kebiasaan menabung, anak tidak hanya belajar menyimpan uang,
tetapi juga belajar untuk disiplin, konsisten, mandiri, serta memahami
bagaimana menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut menjadi dasar
pelaksanaan program kerja individu mahasiswa KKN Nathasya Niluh Asila
Wulandari melalui kegiatan edukasi bertajuk “Yuk Gemar Menabung”.
Kegiatan
edukasi ini dilaksanakan di SDN 1 Galeh kepada siswa kelas 3 dan SDN
3 Galeh kepada siswa kelas 4. Program tersebut bertujuan untuk memberikan
pemahaman dasar kepada siswa mengenai pengertian menabung, alasan pentingnya
menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta cara menabung yang
baik. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar dapat dipahami dan
diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pada
awal kegiatan, siswa dikenalkan dengan pengertian menabung. Menabung merupakan
kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin untuk disimpan dan digunakan
di kemudian hari. Uang yang ditabung dapat berasal dari uang saku harian. Siswa
diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah yang
besar, melainkan dapat dimulai sedikit demi sedikit dengan dilakukan secara
rutin.
Pemahaman
tersebut penting karena anak pada usia sekolah mulai mengenal penggunaan uang
dalam kehidupan sehari-hari. Uang saku yang diterima dapat digunakan untuk
berbagai keperluan, tetapi siswa juga perlu memahami bahwa tidak seluruh uang
yang dimiliki harus langsung dihabiskan. Sebagian uang dapat disisihkan untuk
ditabung sehingga dapat digunakan kembali ketika diperlukan atau untuk mencapai
suatu tujuan di kemudian hari.
Selanjutnya,
siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung. Dalam materi,
menabung dijelaskan sebagai salah satu cara untuk melatih kedisiplinan karena
siswa dibiasakan menyisihkan uang secara rutin. Selain itu, menabung juga dapat
melatih kemandirian karena siswa belajar mengambil keputusan mengenai
penggunaan uang yang dimiliki. Tabungan juga dapat membantu siswa mencapai
sesuatu yang diinginkan melalui usaha sendiri serta mengajarkan bahwa sebagian
uang yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu orang lain.
Materi
kemudian diarahkan pada pembahasan mengenai kebutuhan dan keinginan.
Siswa diajak memahami bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang diperlukan,
seperti alat tulis untuk sekolah, buku pelajaran, dan bekal makan sehat.
Sementara itu, keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki atau dinikmati,
seperti mainan, jajanan, es krim, aksesori, maupun stiker.
Pembahasan
mengenai kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu bagian penting dalam
edukasi, karena siswa perlu belajar menentukan prioritas ketika menggunakan
uang. Dengan memahami perbedaannya, siswa diharapkan dapat lebih
mempertimbangkan sebelum membeli sesuatu dan tidak terbiasa menggunakan seluruh
uang yang dimiliki hanya untuk memenuhi keinginan.
Untuk
memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilengkapi dengan kuis sederhana. Siswa
diberikan beberapa contoh benda, kemudian diminta menentukan apakah benda
tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan. Contoh yang diberikan antara lain
pensil dan buku tulis, es krim, buku pelajaran, serta mainan. Melalui kuis
tersebut, siswa dapat menguji pemahaman mereka sekaligus belajar melalui
situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain memahami alasan menabung, siswa juga diberikan materi mengenai cara
menabung yang baik. Terdapat beberapa langkah yang diperkenalkan, yaitu
menentukan tujuan menabung, melakukan kegiatan menabung secara rutin, mencatat
uang yang telah ditabung, serta menyisihkan uang tabungan di awal sebelum
digunakan untuk jajan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu siswa
memahami bahwa menabung membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten,
bukan hanya dilakukan sesekali.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak untuk memahami bahwa memiliki
tujuan dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam menabung. Tujuan tersebut
dapat berupa sesuatu yang ingin dicapai melalui uang yang dikumpulkan. Dengan
adanya tujuan, siswa dapat memahami alasan mengapa sebagian uang perlu disimpan
dan tidak langsung digunakan.
Untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah
diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan pertanyaan “Benar atau Salah”.
Siswa diberikan beberapa pernyataan mengenai kebiasaan menabung, seperti apakah
menabung cukup dilakukan sesekali, pentingnya mempertimbangkan kebutuhan dan
keinginan sebelum membeli sesuatu, serta manfaat tabungan dalam membantu
mencapai tujuan atau impian.
Selain penyampaian materi dan kuis, siswa juga diberikan cerita sederhana
mengenai seorang siswa yang membiasakan diri menyisihkan sebagian uang sakunya
setiap hari. Meskipun jumlah yang ditabung pada awalnya sedikit, kebiasaan
tersebut dilakukan secara rutin hingga tabungannya terkumpul. Cerita tersebut
memberikan gambaran kepada siswa bahwa hasil dari menabung tidak selalu
terlihat secara langsung, tetapi dapat menjadi lebih berarti apabila dilakukan
secara konsisten.
Melalui kegiatan “Yuk Gemar Menabung”, siswa tidak hanya diajak
mengetahui bahwa menabung merupakan kebiasaan yang baik, tetapi juga memahami
alasan dan cara menerapkannya. Edukasi tersebut menekankan bahwa membangun
kebiasaan menabung membutuhkan kedisiplinan untuk menyisihkan uang secara rutin
serta kemampuan dalam membedakan kebutuhan dan keinginan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengenalan literasi keuangan
dasar kepada siswa melalui materi yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan
mereka. Pemahaman mengenai penggunaan uang sejak usia dini diharapkan dapat
membantu siswa membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam mengelola uang saku.
Program edukasi yang dilaksanakan oleh Nathasya Niluh Asila Wulandari di
SDN 1 Galeh dan SDN 3 Galeh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama
kegiatan berlangsung. Siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan menabung
secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyisihkan sebagian uang
saku hingga mempertimbangkan kembali kebutuhan sebelum melakukan pembelian.
Pada akhirnya, kegiatan “Yuk Gemar Menabung” mengajarkan bahwa
kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah sederhana. Menabung tidak harus
dimulai dengan jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit
dengan konsisten. Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini, siswa
diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bijak
dalam menggunakan uang.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam materi, “Sedikit demi sedikit,
lama-lama menjadi bukit.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan
kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan hasil yang lebih besar di
kemudian hari.
Penulis: Nathasya Niluh Asila Wulandari