Mahasiswa Teknologi Pangan Unisri, Yusril Rahendra Nur Kuncoro, memperlihatkan sampel produk susu jagung manis (SOJATRI) beserta leaflet panduan pembuatannya usai sosialisasi di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026).
"Susu jagung memiliki nutrisi yang lengkap dan berpotensi besar dikembangkan menjadi peluang wirausaha rumahan. Selain bebas laktosa, pengolahannya juga mengusung prinsip zero waste karena ampas pemerasannya masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi perkedel, bakwan, puding, hingga pakan ternak," ujar Yusril Rahendra Nur Kuncoro selaku pelaksana program.
Sesi demonstrasi dilanjutkan dengan mempraktikkan teknik pengolahan dasar agar susu jagung tidak beraroma langu, menghasilkan tekstur creamy, serta bebas dari bahan pengawet sintetis.
Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para pengurus dan anggota PKK Desa Pare karena memberikan ide olahan pangan baru yang menyehatkan keluarga sekaligus bernilai jual.
"Program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK. Kami jadi tahu cara mengolah jagung manis menjadi minuman sehat yang disukai anak-anak, sekaligus membuka peluang usaha baru untuk menambah penghasilan keluarga," ungkap salah satu pengurus Kader PKK Desa Pare peserta kegiatan.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Pare diharapkan dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk minuman nabati bernilai gizi tinggi guna mendukung perekonomian keluarga secara berkelanjutan.
Penulis: Yusril Rahendra Nur Kuncoro
|