Mahasiswa UNISRI Berikan Edukasi Bahaya Pernikahan Usia Dini bagi Siswa SMPN 3 Satu Atap Jenar
SRAGEN
— Anggota KKN PPM UNISRI Kelompok 18, Margiyanti
Nur Khasanah, melaksanakan program kerja individu bertajuk Edukasi "Bahaya
Pernikahan Usia Dini" di SMP Negeri 3 Satu
Atap Jenar, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Kamis
(24/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN
dalam memberikan edukasi dan pemahaman mendalam kepada remaja mengenai risiko
pernikahan usia dini serta pentingnya merencanakan masa depan sejak dini.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh siswa kelas
IX SMP Negeri 3 Satu Atap Jenar. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami
batasan usia pernikahan sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yaitu minimal
19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, serta pentingnya memiliki kesiapan
fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum memasuki kehidupan berumah
tangga.
Dalam pelaksanaannya, penyampaian materi
disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi visual (PowerPoint)
yang menarik dan mudah dipahami. Margiyanti memaparkan berbagai faktor penyebab
terjadinya pernikahan usia dini, seperti pergaulan berisiko, kurangnya
pengetahuan, hingga tekanan lingkungan. Selain itu, dipaparkan pula dampak
psikologis, hambatan terhadap keberlanjutan pendidikan, serta risiko ekonomi
keluarga yang dapat timbul akibat pernikahan di usia terlalu muda.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, siswa juga diajak membuat "Pohon Cita-Cita", di mana setiap siswa
menuliskan harapan dan impian masa depan mereka pada kertas catatan berwarna
untuk ditempelkan bersama. Metode ini bertujuan untuk mendorong siswa agar
tetap fokus pada pendidikan dan cita-cita, serta membentengi diri dari
pergaulan yang merugikan.
Kegiatan berlangsung dengan kondusif,
interaktif, dan penuh antusiasme dari peserta. Siswa tampak aktif
berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi tanya jawab berlangsung.
Margiyanti Nur Khasanah selaku pelaksana
program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi
preventif bagi remaja. "Masa remaja adalah waktu yang sangat berharga
untuk belajar, mengenali potensi diri, dan mengejar cita-cita. Kami berharap
melalui edukasi ini, para siswa dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan
tidak terburu-buru memasuki kehidupan pernikahan sebelum memiliki kesiapan yang
matang," ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi kesimpulan dan
foto bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 18, guru pendamping, dan
seluruh siswa kelas IX. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman
belajar yang bermakna sekaligus membekali generasi muda Banyurip untuk
melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
