Banyuurip, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nawang Ayu Romadoni, mengajak siswa kelas V SD Negeri 01 Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mengenal kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan kreatif dan praktik pembuatan gelang, (Jum'at, 24/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Menanam Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini” tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026. Program ini bertujuan mengenalkan konsep dasar kewirausahaan sekaligus mendorong kreativitas, kemandirian, keberanian mencoba, dan tanggung jawab siswa melalui pengalaman praktik secara langsung.
Kegiatan diawali dengan perkenalan secara santai. Siswa diajak menyebutkan nama dan cita-cita masing-masing sebelum memasuki materi kewirausahaan. Melalui diskusi sederhana, siswa kemudian dikenalkan pada pengertian kewirausahaan dan berbagai contoh usaha yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penjual makanan dan minuman, toko kelontong, usaha kerajinan, hingga usaha makanan rumahan.
Dalam penyampaian materi, siswa juga diperkenalkan pada konsep dasar modal, harga jual, dan keuntungan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa. Mereka diberikan gambaran bahwa pembuatan sebuah produk membutuhkan bahan dan biaya yang dapat disebut sebagai modal. Produk yang telah dibuat selanjutnya dapat ditentukan harga jualnya berdasarkan biaya yang dikeluarkan serta nilai dari produk tersebut.
Setelah mendapatkan materi, siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan gelang sederhana menggunakan manik-manik dan tali Korea. Setiap siswa diberikan kebebasan menentukan kombinasi warna dan bentuk gelang sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing.
Praktik tersebut menjadi simulasi sederhana proses menghasilkan sebuah produk. Siswa belajar mulai dari menemukan ide, menyiapkan bahan, membuat produk, hingga memahami bahwa hasil kreativitas dapat memiliki nilai guna maupun potensi nilai jual. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa memulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Bahan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk menarik apabila diolah dengan kreativitas dan keterampilan.
Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan sejumlah karakter kewirausahaan pada siswa. Karakter tersebut meliputi kreativitas, kemandirian, keberanian mencoba, tanggung jawab, ketekunan, kemampuan bekerja sama, dan sikap pantang menyerah.
Antusiasme dan keaktifan siswa selama kegiatan menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Siswa diharapkan tidak hanya memahami pengertian dasar kewirausahaan, tetapi juga mampu mengenali contoh usaha di lingkungan sekitar serta memahami konsep sederhana mengenai modal dan harga jual.
Pada pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala, di antaranya perbedaan tingkat pemahaman siswa, kondisi siswa yang cukup aktif, serta kesulitan beberapa siswa saat membuat gelang. Keterbatasan waktu dan dana juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan. Kendala tersebut diatasi melalui pendampingan langsung, penggunaan bahasa yang sederhana, pengaturan waktu, serta pemanfaatan bahan secara efektif.
Melalui kegiatan ini, pengenalan kewirausahaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan siswa membuat sebuah produk, tetapi juga pada proses membangun pola pikir dan karakter yang dapat bermanfaat bagi perkembangan mereka. Kreativitas, keberanian mencoba, kemandirian, dan ketekunan diharapkan dapat terus berkembang melalui dukungan sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan bahwa kreativitas dapat memiliki nilai dan bahwa ide sederhana dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dari sebuah praktik membuat gelang, siswa belajar bahwa keberanian untuk mencoba dapat menjadi awal untuk mengenal dan mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Penulis: Nawang Ayu Romadoni
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M