Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok

 Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok

Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Retno Wulan Pawestri , memandu pemilik usaha Griya Eko Sangkar Burung membuat akun bisnis TikTok dan mengelola konten promosi digital di Desa Slogo, Tanon, Sragen.Dok. Retno Wulan P


SRAGEN — Isu digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Mahasiswa KKN Kelompok 100 melakukan pendampingan intensif kepada pelaku usaha Griya Eko Sangkar Burung di Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, agar mampu memasarkan produknya melalui platform digital.

Program tersebut digagas oleh Retno Wulan Pawestri sebagai salah satu program kerja individu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menjembatani kesenjangan antara pelaku usaha rumahan dengan kemajuan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial untuk keperluan promosi.

Bagi Retno, media sosial saat ini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan instrumen strategis dalam dunia bisnis. Melalui platform digital, usaha skala rumahan dapat memperluas jangkauan pasar, membentuk branding yang kuat, sekaligus mendongkrak volume penjualan tanpa harus bergantung pada metode pemasaran konvensional.


Produk Berkualitas, Promosi Masih Tradisional

Griya Eko Sangkar Burung dikenal sebagai produsen sangkar burung yang dikerjakan secara manual dengan mengedepankan kualitas bahan baku, kerapian pengerjaan, hingga nilai seni pada setiap produknya. Kerajinan ini diminati oleh para penghobi maupun pedagang sangkar di wilayah sekitar.

Namun, dari sisi pemasaran, usaha ini masih mengandalkan cara tradisional seperti promosi dari mulut ke mulut dan transaksi langsung di lokasi. Akibatnya, potensi besar yang ditawarkan oleh platform digital belum tergarap secara optimal, padahal jangkauan pasar dapat lebih luas jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Mahasiswa KKN UNISRI melihat langsung ragam produk sangkar burung buatan tangan yang siap dipasarkan ke platform digital dan komunitas pencinta burung.





Pendampingan dari Nol hingga Memiliki Akun Bisnis

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Unisri memberikan edukasi bertahap kepada pemilik usaha, mulai dari pengenalan pentingnya digital marketing hingga praktik langsung membangun identitas bisnis di TikTok. Rangkaian pendampingan yang diberikan meliputi:

1. Pembuatan akun bisnis TikTok.
2. Penyusunan profil usaha yang informatif.
3. Pelatihan teknik pengambilan foto dan video produk yang estetik.
4.Penyusunan konsep konten promosi.
5.Pengenalan strategi publikasi konten agar 
tampil menarik dan konsisten.

Selain aspek teknis, mahasiswa juga membekali pemilik usaha dengan pemahaman mengenai branding digital, sehingga konsumen lebih percaya pada produk yang ditawarkan dan daya saing usaha meningkat di tengah ketatnya pasar daring.
Dok.Retno Wulan P




Akun TikTok Resmi Menjadi Aset Baru UMKM

Program pendampingan ini membuahkan hasil konkret berupa akun bisnis TikTok resmi milik Griya Eko Sangkar Burung. Akun ini kini menjadi aset pemasaran digital yang dapat dikembangkan secara mandiri. Kehadiran akun tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar hingga ke luar daerah, menyasar komunitas pencinta burung (kicau mania), sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pola pemasaran konvensional.

Wujud Nyata Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Program kerja ini menegaskan semangat KKN-PPM yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan bagi masyarakat. Lewat sinergi antara dunia kampus dan pelaku UMKM, diharapkan kapasitas usaha semakin menguat dan siap menghadapi tantangan zaman. Pendampingan ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa hadir dalam bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM lokal di Desa Slogo dapat terus tumbuh, berdaya saing, dan memperkuat perekonomian desa.

Penulis: Retno Wulan Pawestri

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done