Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS

 Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS

Dok.Agam Cahya Ibrani


Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menjalankan program pendampingan digitalisasi pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Program bertajuk "Akselerasi Digitalisasi UMKM Melalui Pendampingan Pembuatan dan Penggunaan QRIS" ini digagas oleh Agam Cahya Ibrani, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, sebagai bagian dari program kerja individu KKN-PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Pilangsari serta dilanjutkan dengan kunjungan langsung (door to door) ke lokasi usaha para pelaku UMKM. Sasaran program ini adalah pemilik usaha kecil di Desa Pilangsari, di antaranya usaha katering serta warung makan bakso dan mi ayam, yang selama ini hanya melayani pembayaran secara tunai.

Program ini lahir dari hasil observasi dan wawancara mahasiswa dengan pelaku UMKM setempat. Ditemukan bahwa belum tersedianya metode pembayaran QRIS dari platform GoPay membuat sebagian calon pembeli, terutama yang terbiasa bertransaksi nontunai, kerap mengurungkan niat membeli karena keterbatasan uang tunai.

"Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya desa untuk terus berkembang mengikuti kemajuan zaman, khususnya dalam hal digitalisasi ekonomi. Semoga apa yang sudah dirintis mahasiswa KKN ini bisa terus dilanjutkan oleh warga," ujar Ahmat Munadi, S.Pd.I. Kepala Desa Pilangsari.

Dok.Agam Cahya Ibrani





Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM membuat dan mengaktifkan akun QRIS GoPay Merchant, memasang stiker barcode QRIS di lokasi usaha, hingga memberikan pendampingan teknis mulai dari cara menerima pembayaran, memantau riwayat transaksi, sampai proses pencairan dana. Mahasiswa juga menyusun modul panduan sederhana penggunaan QRIS agar dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha setelah program KKN berakhir.

Hasilnya, sejumlah UMKM sasaran berhasil memiliki akun QRIS aktif dan melakukan transaksi nontunai pertama mereka selama masa pendampingan. Selain mempermudah transaksi, pembayaran digital ini juga dinilai membantu pelaku usaha mencatat arus keuangan secara lebih rapi karena setiap transaksi QRIS tercatat otomatis.

"Awalnya saya masih agak bingung cara pakainya, tapi setelah dibantu adik-adik mahasiswa, sekarang jadi lebih mudah. Pembeli yang tidak bawa uang cash jadi tetap bisa beli," kata salah satu pemilik warung makan di Desa Pilangsari.

Meski demikian, pelaksanaan program ini tidak lepas dari sejumlah kendala, mulai dari kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran akun, keterbatasan literasi digital sebagian pelaku usaha yang berusia lebih tua, jaringan internet yang belum stabil di beberapa lokasi, hingga kebiasaan masyarakat yang masih lebih nyaman bertransaksi tunai. Waktu pendampingan yang terbatas selama masa KKN turut menjadi tantangan tersendiri agar pelaku UMKM benar-benar mahir mengoperasikan QRIS secara mandiri.

Agam berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di Desa Pilangsari untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ia juga mendorong agar ada pendampingan lanjutan dari pemerintah desa maupun mahasiswa KKN periode berikutnya, sehingga penggunaan QRIS tidak berhenti begitu masa KKN usai.

"Harapan saya, program ini tidak berhenti begitu masa KKN selesai. Pelaku UMKM di sini sudah punya modal awal berupa akun dan pemahaman dasar, tinggal bagaimana mereka terus membiasakan diri dan pemerintah desa turut mendampingi ke depannya," ujar Agam.

Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN-PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026, yaitu "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen", di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sarafuddin, S.Pd., M.Pd.

Penulis : Agam Cahya Ibrani




Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done