Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba

 Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba

Sumber Foto : KKN PPM 55 UNISRI 2026




NGROMBO, SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi kelompok pemuda dan bapak-bapak di Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Ngrombo ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-PPM Kelompok 55 UNISRI 2026.

Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis masyarakat desa terhadap ancaman narkotika, meskipun wilayah tempat tinggal mereka berada jauh dari pusat perkotaan.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu sasaran utama peredaran gelap narkoba. Hal ini dipicu oleh jumlah penduduk usia produktif yang besar serta kondisi geografis kepulauan yang membuka banyak celah jalur penyelundupan, baik melalui darat, laut, maupun udara. Data menunjukkan prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,77% atau sekitar 3,33 juta jiwa pada penduduk usia 15-64 tahun, dengan kelompok usia 15-49 tahun sebagai mayoritas pengguna.
Warga dan perwakilan pemuda Desa Ngrombo menghadiri sosialisasi "Pencegahan dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Masyarakat" yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-PPM UNISRI 2026 bekerja sama dengan BNN Kota Surakarta di Balai Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen.



Terdapat empat pokok materi yang disampaikan: penggolongan narkotika, ciri-ciri penyalahguna, dampak penyalahgunaan, serta tingkatan pemakaian. Secara efek, narkotika dibagi menjadi tiga golongan: depresan (memberikan efek menenangkan), stimulan (meningkatkan aktivitas sistem saraf), dan halusinogen (mengganggu persepsi panca indra).

Ciri-ciri fisik dan perilaku penyalahguna juga dipaparkan secara rinci, seperti kecenderungan menjadi pemalas, mudah marah, hidup tidak teratur, kondisi fisik yang menurun (seperti mata cekung dan merah, muka pucat, bibir kehitaman), gangguan tidur, hingga paranoia atau curiga tanpa alasan yang jelas.

Peserta juga diingatkan mengenai dampak sosial yang merusak, mulai dari penolakan keluarga, masalah ekonomi, stigma sosial, hingga risiko hukum yang berat. Saat ini, tercatat hanya sekitar 7% pengguna yang bersedia menjalani rehabilitasi. Selain itu, masyarakat diajak memahami tingkatan pemakaian narkoba mulai dari tahap coba-coba, situasional, pemakaian teratur, hingga ketergantungan agar lebih peka dalam mendeteksi tanda-tanda dini di lingkungan sekitar.
Sumber foto: KKN PPM 55 UNISRI 2026


Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan interaktif. Perwakilan warga dari 19 RT di Desa Ngrombo menyimak dengan saksama, terutama saat narasumber mengaitkan materi dengan kondisi nyata di lingkungan pedesaan. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta penyerahan vandel sebagai bentuk apresiasi kepada pihak BNN Kota Surakarta.

Mahasiswa KKN berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Ngrombo
khususnya kelompok usia produktifsemakin memahami bahaya laten narkoba dan berperan aktif menjaga lingkungan desa yang bersih, aman, dan tangguh dari ancaman narkotika.

Penulis:  KKN-PPM 55 Desa Ngrombo

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done