Tempelrejo,
Mondokan, Sragen – Agustus 2026
Sebagai wujud
kontribusi kepada masyarakat dalam aspek pemberdayaan ekonomi, Rahma Azzahra
dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet
Riyadi Surakarta, melaksanakan program kerja individu yang berbentuk
"Edukasi Manajemen Keuangan Sederhana dan Pemisahan Kas Usaha untuk Pelaku
UMKM di Desa Tempelrejo". Kegiatan ini ditujukan bagi para pelaku UMKM di
Desa Tempelrejo, khususnya yang menjalankan usaha mikro, dengan tujuan untuk
meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha
serta pemisahan antara kas usaha dan keuangan pribadi atau rumah tangga.
Aktivitas ini dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 8 Agustus 2026 dengan cara door
to door, mengunjungi para pelaku UMKM di lokasi usaha mereka masing-masing.
Pelaksanaan
kegiatan ini diawali dengan observasi serta komunikasi langsung dengan para
pelaku UMKM untuk memahami kondisi dan kebutuhan pengelolaan keuangan dari
masing-masing usaha. Beberapa di antara para pelaku UMKM yang menjadi target
kegiatan ini belum menerapkan sistem pencatatan keuangan yang teratur. Oleh
karena itu, mahasiswa memberikan pemahaman tentang pentingnya memisahkan
keuangan usaha dari keuangan pribadi agar modal, pendapatan, pengeluaran, dan
keadaan usaha dapat lebih mudah dipahami.
Selanjutnya,
para mahasiswa menjelaskan metode dasar untuk memisahkan keuangan bisnis dan
pribadi serta cara mencatat pemasukan dan pengeluaran. Materi disajikan dengan
cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi spesifik setiap usaha agar
bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi dilakukan secara tatap
muka menggunakan contoh transaksi yang relevan dengan kegiatan bisnis para
pelaku UMKM.
Sebagai wujud
praktik langsung, mahasiswa menyediakan buku kas sederhana yang dapat digunakan
oleh pelaku UMKM untuk mencatat transaksi bisnis mereka. Pelaku usaha
mendapatkan penjelasan tentang cara memakai buku kas tersebut, mulai dari
mencatat pendapatan dari penjualan hingga mencatat pengeluaran yang terkait
dengan kegiatan bisnis. Dengan adanya alat ini, pelaku UMKM diharapkan bisa
mulai membangun kebiasaan mencatat transaksi secara rutin dan konsisten.
Selama kegiatan
berlangsung, respon dari pelaku UMKM terhadap materi yang disajikan sangat
positif. Meskipun ada beberapa pelaku usaha yang sempat menganggap bahwa
pencatatan keuangan itu rumit dan memerlukan rincian yang berlebihan, mahasiswa
memberikan penjelasan ulang dengan menggunakan contoh transaksi yang konkret
serta melakukan praktik pengisian buku kas secara langsung. Melalui pendekatan
tersebut, pelaku usaha dapat memahami bahwa pencatatan keuangan bisa dilakukan
dengan cara yang sederhana dan disesuaikan dengan pola transaksi masing-masing
usaha.
Program ini
menawarkan keuntungan berupa peningkatan pemahaman para pelaku UMKM tentang
pentingnya pengaturan keuangan bisnis dan pemisahan antara dana usaha dan
keuangan pribadi atau keluarga. Pelaku UMKM juga mendapatkan wawasan serta
pengalaman langsung dalam mencatat pendapatan dan pengeluaran dengan
menggunakan buku kas yang sederhana. Aktivitas ini diharapkan menjadi langkah
awal untuk membangun rutinitas pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur dan
membantu keberlangsungan usaha.
Melalui program
Pendidikan Manajemen Keuangan Dasar serta Pemisahan Dana Usaha, mahasiswa KKN
berharap agar pelaku UMKM di Desa Tempelrejo bisa melakukan pencatatan keuangan
secara teratur tanpa memerlukan sistem yang rumit. Dengan memisahkan modal
usaha dari kebutuhan pribadi serta mencatat setiap transaksi pemasukan dan
pengeluaran, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih memahami keadaan
finansial bisnis mereka, mengatur arus kas dengan lebih baik, dan mendukung
perkembangan usaha yang berkelanjutan.
Penulis: Rahma
Azzahra