Cegah Dampak Negatif Era Digital, Mahasiswa KKN Edukasi Orang Tua tentang Pola Asuh Positif - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Cegah Dampak Negatif Era Digital, Mahasiswa KKN Edukasi Orang Tua tentang Pola Asuh Positif



Sumber foto: Cahya Larassati




MIRI — Mahasiswa dari Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 34 Cahya Larassati, melaksanakan kegiatan program kerja individu di PKK Rt 14 Desa Jeruk dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak melalui Pola Asuh Positif di Era Digital. ” di PKK Rt 14 desa Jeruk pada Kamis (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 – 14.30 ini diadakan sebagai bentuk edukasi bagi orang tua tentang pentingnya penerapan pola asuh yang positif dalam mendukung perkembangan anak di tengah kemajuan teknologi digital yang pesat.

Kemajuan dalam teknologi telah membawa anak-anak lebih dekat dengan perangkat, internet, permainan digital, serta berbagai platform media sosial. Keadaan ini memberikan banyak manfaat, seperti mempermudah akses terhadap informasi dan pendidikan, mendorong kreativitas dan kemampuan digital, memperlancar jalur komunikasi, serta memperluas wawasan. Meski demikian, pemanfaatan teknologi tanpa pengawasan bisa mendatangkan berbagai risiko, seperti ketergantungan pada alat elektronik, paparan konten yang tidak sesuai dengan usia, perundungan secara daring, berkurangnya interaksi sosial, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar, hingga ancaman penyalahgunaan data pribadi.

Lewat kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN berupaya menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Peran orang tua bukan sebatas sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik, pendukung, pelindung, sahabat, dan panutan bagi anak. Keberadaan orang tua menjadi sangat penting untuk mendampingi anak dalam menghadapi berbagai perubahan serta tantangan yang muncul akibat kemajuan teknologi.

Materi dari sosialisasi dimulai dengan penjelasan mengenai pola asuh positif, yaitu pendekatan mendidik anak yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang efektif, penghargaan, keteladanan, serta penerapan aturan yang jelas tanpa melibatkan tindakan kekerasan, baik fisik maupun verbal. Orang tua diundang untuk membangun hubungan yang lebih akrab dengan anak melalui perhatian yang konsisten dan komunikasi yang terbuka.

Dalam presentasi materi, mahasiswa KKN membahas lima fungsi utama orang tua. Sebagai pendidik, orang tua memiliki tugas untuk menanamkan nilai-nilai agama, moralitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Sebagai pendamping, mereka harus mendampingi anak dalam proses belajar, bermain, dan perkembangan emosional. Sebagai pelindung, orang tua dituntut untuk melindungi anak dari kekerasan, perundungan, serta risiko yang hadir di dunia digital. Di samping itu, orang tua seharusnya berperan sebagai sahabat yang dapat dipercaya oleh anak dan memberikan contoh dengan perilaku positif sehari-hari.

Saat beralih ke topik pengasuhan di zaman digital, para peserta diberikan sejumlah strategi yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Direkomendasikan agar orang tua menemani anak saat menggunakan perangkat elektronik, memahami aplikasi dan platform media sosial yang mereka akses, serta membuat aturan yang jelas dan konsisten tentang penggunaan perangkat. Anak-anak juga perlu diajarkan tentang literasi digital, seperti cara menggunakan internet dengan bijak, menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan kemampuan untuk mendeteksi berita yang tidak benar atau hoaks.

Komunikasi yang positif menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep 3M, yaitu Memahami, Mendengarkan, dan Mengarahkan. Orang tua diharapkan memahami perasaan anak sebelum memberikan solusi, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalamannya, dan kemudian memberikan arahan dengan cara yang lembut. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dan menciptakan kepercayaan antara orang tua dan anak.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling bertukar pandangan serta mendiskusikan pengalaman dalam mendidik anak di era teknologi yang terus berkembang. Peserta juga diingatkan bahwa pengawasan anak tidak hanya dapat dilakukan melalui pelarangan. Kehadiran orang tua sangat diperlukan, untuk mendampingi, menunjukkan cara penggunaan teknologi yang tepat, serta menciptakan komunikasi yang membuat anak merasa aman saat menghadapi berbagai masalah.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN juga mengajak orang tua untuk mengadopsi beberapa kebiasaan sederhana, seperti meluangkan waktu berkualitas bersama anak setiap hari, memberikan kasih sayang dan perhatian, mendengarkan dengan baik, menetapkan aturan yang jelas dan konsisten, serta menemani anak saat berinternet dan menggunakan media sosial, serta menghargai usaha dan hasil yang dicapai oleh anak.

Sosialisasi diakhiri dengan penegasan bahwa kehadiran orang tua sangat penting bagi anak, lebih dari sekadar pengawasan. Diharapkan orang tua dapat menjadi sumber pertama bagi anak dalam mendapatkan pendidikan, perlindungan, dukungan, serta perasaan aman. Dengan penerapan pola asuh yang positif, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki karakter yang baik, dan mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap pendidikan yang diberikan bisa meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak. Pola pengasuhan yang didasarkan pada kasih sayang, komunikasi terbuka, aturan yang konsisten, serta menjadi teladan merupakan langkah-langkah penting untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan di zaman digital saat ini.


Penulis : Cahya Larassati


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done