Tingkatkan Nilai Tambah Ikan Lele, Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Olahan Abon kepada Ibu-ibu PKK Desa Newung
Selama ini, ikan lele dikenal sebagai komoditas yang mudah dijumpai di tengah masyarakat dan umumnya hanya dikonsumsi dalam kondisi segar atau diolah menjadi menu lauk harian. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UNISRI berinisiatif memperkenalkan diversifikasi pangan guna mendongkrak nilai ekonomis komoditas perikanan air tawar ini.
Pelaksanaan kegiatan dirancang secara komprehensif, memadukan metode edukasi teoretis, penayangan video tutorial tahapan produksi, hingga demonstrasi memasak secara langsung di hadapan para peserta. Melalui sesi praktik ini, ibu-ibu PKK dapat mengamati secara detail setiap tahapan pembuatan abon mulai dari penyiapan daging ikan, pembumbuan, penywiratan, hingga proses sangrai sampai kering dan siap dikemas.
![]() |
| Sumber foto : Syallomita Widiastuti Nugroho |
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai alternatif pengolahan ikan lele. Harapannya, ikan lele tidak hanya dijual secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk abon yang memiliki nilai tambah dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Syallomita Widiastuti Nugroho selaku pelaksana kegiatan.
Antusiasme tinggi tampak dari keaktifan para peserta selama acara berlangsung. Ibu-ibu PKK tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi interaktif mengenai peluang pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal serta strategi pemasarannya ke depan.
Melalui program pemberdayaan ini, masyarakat Desa Newung diharapkan mampu menguasai keterampilan baru dalam mengolah hasil perikanan lokal. Pengolahan ikan lele menjadi abon diyakini mampu membuka peluang usaha mandiri rumahan, memperpanjang masa simpan produk, sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat desa.
Penulis: Syallomita Widiastuti Nugroho

