SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Satu Langkah Bijak Menghindari Bank ILEGAL demi Kesejahteraan Keluarga” kepada ibu-ibu PKK di Kebayanan Tangen, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB tersebut merupakan salah satu program kerja individu KKN yang dilaksanakan oleh Diandra Keira Adisty. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK mengenai bahaya pinjaman ilegal serta pentingnya mengambil keputusan yang bijak dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai Bank Plecit, yang dalam masyarakat dikenal sebagai pemberi pinjaman uang secara pribadi dengan proses yang mudah dan pencairan yang cepat. Namun, kemudahan tersebut dapat disertai risiko berupa bunga yang sangat tinggi dan pola penagihan yang dilakukan secara berkala.
Sosialisasi juga membahas berbagai alasan masyarakat tertarik menggunakan pinjaman semacam itu, seperti tidak membutuhkan agunan, proses yang cepat, dana dapat langsung cair, serta adanya kebutuhan mendesak. Beberapa kebutuhan yang sering menjadi alasan seseorang mencari pinjaman antara lain biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, modal usaha, dan biaya berobat.
Para peserta kemudian diajak mengenali ciri-ciri pinjaman ilegal, seperti tidak memiliki izin, menawarkan bunga yang sangat tinggi, tidak menjelaskan jumlah pembayaran secara jelas, melakukan penagihan secara kasar, memberikan ancaman ketika terjadi keterlambatan, hingga mendorong peminjam mengambil pinjaman baru untuk menutup utang sebelumnya.
Materi juga menekankan dampak pinjaman ilegal terhadap kehidupan rumah tangga. Ketergantungan terhadap pinjaman dapat membuat penghasilan habis untuk membayar cicilan, menyebabkan keluarga tidak memiliki tabungan, mendorong praktik gali lubang tutup lubang, mengganggu keharmonisan rumah tangga, serta menimbulkan rasa tidak aman akibat penagihan yang terus dilakukan.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman yang berkaitan dengan kondisi keuangan keluarga maupun pinjaman. Interaksi tersebut membuat kegiatan sosialisasi berlangsung secara komunikatif dan tidak hanya satu arah.
Untuk menambah semangat peserta, kegiatan juga diisi dengan pembagian doorprize. Doorprize diberikan kepada ibu-ibu yang aktif bertanya maupun peserta yang bersedia berbagi pengalaman selama sesi diskusi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus mendorong peserta untuk lebih aktif mengikuti sosialisasi.
Selain membahas pinjaman ilegal, kegiatan KKN ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan partner satu kelompok KKN dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Partner tersebut memberikan sosialisasi mengenai “Saring sebelum Sharing”, yang menjadi materi pendukung agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi.
Kolaborasi antara edukasi keuangan dan literasi informasi tersebut di harapkan dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu PKK dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama agar tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi sebelum mempertimbangkan kebenaran dan manfaatnya.
Sebagai langkah alternatif, peserta juga diperkenalkan dengan beberapa lembaga keuangan resmi, seperti BRI, BNI, BCA, BKK, koperasi, Kopdes, BUMDes, serta lembaga keuangan resmi yang diawasi pemerintah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK dapat semakin memahami risiko pinjaman ilegal dan lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan masyarakat Desa Katelan yang “AMAN, NYAMAN, MAPAN”, sebagaimana pesan utama dalam materi sosialisasi.
Penulis: Diandra Keira Adisty