PUBLIC SPEAKING: BERANI BERBICARA DI DEPAN UMUM - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

PUBLIC SPEAKING: BERANI BERBICARA DI DEPAN UMUM

Sumber foto: Benediktus Evan Budi
SRAGEN, 13 Agustus 2026Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Benediktus Evan Budi dari Program Studi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM Kelompok 94 di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen melaksanakan program kerja individu bertajuk Sosialisasi Public Speaking Berani Berbicara Di Depan Umum. Kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi dengan baik, menyampaikan gagasan secara terstruktur, membangun rasa percaya diri, serta mampu menyampaikan pesan kepada orang lain secara efektif.

Sebagai upaya untuk meningkatkan keberanian dan kemampuan komunikasi siswa, telah dilaksanakan program kerja individu bertema “Public Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” di SMP Negeri 1 Tanon, Kabupaten Sragen, pada Kamis (13/08//2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan kepada anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.

Kegiatan public speaking ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan peran sebagai anggota OSIS. Sebagai seorang pengurus organisasi, siswa dituntut untuk mampu menyampaikan informasi, memimpin kegiatan, memberikan sambutan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta berkomunikasi dengan siswa maupun guru.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan materi mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari pengertian public speaking, manfaat kemampuan berbicara di depan umum, cara meningkatkan rasa percaya diri, teknik membuka dan menutup pembicaraan, penggunaan bahasa tubuh, intonasi suara, hingga cara mengatasi rasa gugup ketika tampil di hadapan banyak orang.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah rasa takut dan gugup yang sering muncul ketika seseorang harus berbicara di depan umum. Rasa gugup merupakan hal yang wajar dan dapat dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk tidak menganggap rasa gugup sebagai hambatan, melainkan sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan melalui latihan dan persiapan yang baik.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan secara interaktif melalui praktik berbicara di depan peserta lainnya. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menyampaikan pendapat atau berbicara secara singkat di depan umum. Melalui praktik tersebut, peserta dapat belajar untuk mengatur suara, kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, serta menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa kemampuan public speaking tidak dapat diperoleh secara instan. Keberanian berbicara membutuhkan proses, latihan, dan pengalaman. Semakin sering seseorang berlatih berbicara di depan orang lain, maka semakin besar pula peluang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasinya.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan public speaking merupakan kemampuan yang relevan dan dibutuhkan oleh siswa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai public speaking, tetapi juga memiliki keberanian untuk mulai mempraktikkannya dalam berbagai situasi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber foto: Benediktus Evan Budi

Bagi anggota OSIS, kemampuan public speaking diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab organisasi. Keberanian menyampaikan ide, kemampuan memimpin diskusi, menyampaikan informasi kepada siswa, hingga berbicara dalam kegiatan sekolah merupakan contoh penerapan public speaking yang dapat dilakukan oleh anggota OSIS.

Pada akhirnya, kegiatan “Public Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” menjadi salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Melalui keberanian untuk berbicara, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya, menyampaikan gagasan dengan baik, serta menjadi pribadi yang aktif dan komunikatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi. Dengan berani berbicara, siswa tidak hanya belajar menyampaikan kata-kata, tetapi juga belajar menyampaikan ide, membangun hubungan dengan orang lain, dan menjadi pemimpin yang mampu berkomunikasi secara efektif

 

Penulis: Benediktus Evan Budi


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done