Sebagai upaya untuk meningkatkan
keberanian dan kemampuan komunikasi siswa, telah dilaksanakan program kerja
individu bertema “Public Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” di
SMP Negeri 1 Tanon, Kabupaten Sragen, pada Kamis (13/08//2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini ditujukan kepada anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
sebagai salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan,
komunikasi, dan kerja sama.
Kegiatan public speaking ini
dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai
pentingnya kemampuan berbicara di depan umum dalam kehidupan sehari-hari,
khususnya dalam menjalankan peran sebagai anggota OSIS. Sebagai seorang
pengurus organisasi, siswa dituntut untuk mampu menyampaikan informasi,
memimpin kegiatan, memberikan sambutan, berdiskusi, menyampaikan pendapat,
serta berkomunikasi dengan siswa maupun guru.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan
materi mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari pengertian public
speaking, manfaat kemampuan berbicara di depan umum, cara meningkatkan rasa
percaya diri, teknik membuka dan menutup pembicaraan, penggunaan bahasa tubuh,
intonasi suara, hingga cara mengatasi rasa gugup ketika tampil di hadapan
banyak orang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian
dalam kegiatan ini adalah rasa takut dan gugup yang sering muncul ketika
seseorang harus berbicara di depan umum. Rasa gugup merupakan hal yang wajar
dan dapat dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk
tidak menganggap rasa gugup sebagai hambatan, melainkan sebagai sesuatu yang
dapat dikendalikan melalui latihan dan persiapan yang baik.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga
dilakukan secara interaktif melalui praktik berbicara di depan peserta lainnya.
Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menyampaikan pendapat atau berbicara
secara singkat di depan umum. Melalui praktik tersebut, peserta dapat belajar
untuk mengatur suara, kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, serta menyampaikan
gagasan dengan lebih terstruktur.
Kegiatan ini juga menekankan bahwa
kemampuan public speaking tidak dapat diperoleh secara instan.
Keberanian berbicara membutuhkan proses, latihan, dan pengalaman. Semakin
sering seseorang berlatih berbicara di depan orang lain, maka semakin besar
pula peluang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasinya.
Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan public speaking merupakan kemampuan yang relevan dan dibutuhkan oleh siswa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai public speaking, tetapi juga memiliki keberanian untuk mulai mempraktikkannya dalam berbagai situasi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anggota OSIS, kemampuan public
speaking diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan berbagai tugas
dan tanggung jawab organisasi. Keberanian menyampaikan ide, kemampuan memimpin
diskusi, menyampaikan informasi kepada siswa, hingga berbicara dalam kegiatan
sekolah merupakan contoh penerapan public speaking yang dapat dilakukan oleh
anggota OSIS.
Pada akhirnya, kegiatan “Public
Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” menjadi salah satu bentuk
kegiatan yang bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam
berkomunikasi. Melalui keberanian untuk berbicara, siswa diharapkan mampu
mengembangkan potensi dirinya, menyampaikan gagasan dengan baik, serta menjadi
pribadi yang aktif dan komunikatif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan
manfaat berkelanjutan bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan rasa percaya
diri dan kemampuan komunikasi. Dengan berani berbicara, siswa tidak hanya
belajar menyampaikan kata-kata, tetapi juga belajar menyampaikan ide, membangun
hubungan dengan orang lain, dan menjadi pemimpin yang mampu berkomunikasi
secara efektif
Penulis: Benediktus Evan Budi