Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS

 Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS

Mahasiswa KKN UNISRI membantu perluasan literasi keuangan digital dan integrasi QRIS bagi pengrajin anyaman tas lokal di Desa Pare, Sragen, Rabu (22/7/2026).





SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi sekaligus pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program kerja individu Marietta Selma Mega Astuti, mahasiswi yang tergabung dalam Kelompok 40 KKN-PPM UNISRI yang mengabdi di Desa Pare. Sasaran kegiatan adalah dua pelaku UMKM lokal, yaitu usaha kerajinan Anyaman Tas Bu Nur dan usaha kuliner rumahan Berkah Pohung yang memproduksi keripik singkong.

Berbeda dari sosialisasi biasa yang hanya menyampaikan materi, kegiatan ini langsung disertai pendampingan praktik. Merietta membantu kedua pelaku UMKM membuat kode QRIS untuk usaha mereka, sekaligus mendampingi cara memasang, menampilkan, dan mengecek transaksi masuk lewat kode tersebut. Pendampingan langsung dipilih karena kedua pelaku usaha belum pernah menggunakan sistem pembayaran digital semacam ini sebelumnya.


Mahasiswi KKN UNISRI, Marietta Selma Mega Astuti (kiri), berfoto bersama Bu Nur, pemilik usaha Anyaman Tas Bu Nur, usai mendampingi proses pendaftaran hingga tata cara pengecekan transaksi QRIS di lokasi usaha, Sragen, Rabu (22/7/2026). Dok. Merietta Selma




Selama proses pendampingan, ditemukan kendala utama berupa rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap dunia internet. Kondisi ini membuat mereka rentan menjadi sasaran penipuan daring, mulai dari pesan atau tautan mencurigakan hingga modus pembayaran palsu yang kerap menyasar pelaku usaha kecil yang baru mengenal transaksi digital.

Marietta menekankan pentingnya kehati-hatian saat menerima notifikasi pembayaran, termasuk membiasakan diri memeriksa langsung riwayat transaksi lewat aplikasi resmi dan tidak mudah percaya pada bukti transfer yang dikirim lewat pesan singkat.

Meski sempat mengalami kesulitan di tahap awal, kedua pelaku UMKM mengaku terbantu setelah memahami cara kerja QRIS. Pembayaran dari pembeli, terutama yang datang dari luar desa, menjadi lebih mudah dan praktis karena tidak lagi bergantung pada uang tunai. Pelanggan cukup memindai kode yang sudah tersedia di lapak, tanpa perlu menyiapkan uang pas atau kembalian.
    
Pelaksana program KKN UNISRI, Marietta Selma Mega Astuti, mendampingi pelaku usaha keripik singkong Berkah Pohung mengadopsi pembayaran nontunai QRIS di Sragen, Rabu (22/7/2026).


Program ini menjadi bagian dari upaya Kelompok 40 KKN-PPM UNISRI mendorong literasi keuangan digital sekaligus mendukung kemandirian ekonomi UMKM di Desa Pare. Ke depan, Merietta berharap kedua UMKM binaan bisa terus menggunakan QRIS secara mandiri dan mengajak pelaku usaha lain di sekitar mereka untuk turut beralih ke sistem pembayaran digital.


Penulis: Marietta Selma Mega Astuti 


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done