Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini
Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan foto bersama dengan siswa-siswi sekolah dasar di desa Krikilan Sragen (Pradinda Puspa Rinjani)
SRAGEN — Di tengah masifnya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Pradinda Puspa Rinjani, mengambil langkah nyata melalui program edukasi etika dan keamanan digital. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar kelas 4 hingga 6 di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).
Berlangsung di Posko KKN Desa Krikilan, program ini dirancang untuk membekali anak-anak pemahaman hukum serta etika bermMEDIA sosial sejak usia dini. Mengingat anak-anak masa kini lekat dengan gim daring (online games) dan media sosial, edukasi ini dinilai krusial agar mereka terhindar dari dampak buruk dunia maya.
Dalam pemaparannya, Pradinda menggunakan bahasa yang ringan dan dekat dengan keseharian anak-anak. Materi yang disajikan berfokus pada empat poin penting:
1. Etika Komunikasi Digital: Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan bahasa yang sopan, saling mendukung, serta memahami bahwa komentar negatif atau merendahkan orang lain di internet memiliki konsekuensi hukum.
2.Keamanan Data Pribadi: Mengedukasi peserta untuk menjaga kerahasiaan kata sandi (password), PIN, kode OTP, serta waspada terhadap modus hadiah atau kuota gratis berkedok tautan mencurigakan.
3.Kewaspadaan dengan Orang Asing: Memperingatkan anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang dikenal melalui internet, menolak ajakan pertemuan secara langsung, serta melapor kepada orang tua atau guru jika merasa tidak nyaman.
4. Menghormati Privasi Sesama: Menanamkan kebiasaan meminta izin sebelum mengambil dan menyebarkan foto atau video orang lain agar tidak merugikan pihak lain.
dokumentasi pemaparan materi
( Pradinda Puspa Rinjani)
Meskipun sempat menghadapi kendala berupa variasi tingkat pemahaman peserta dan rentang konsentrasi anak-anak yang mudah terdistraksi, kegiatan ini tetap berjalan lancar berkat pendekatan interaktif dan penggunaan contoh kasus yang relevan.
Pemerintah Desa Krikilan bersama warga turut menyambut positif inisiatif ini. Melalui edukasi interaktif ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap anak-anak Desa Krikilan dapat tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, aman, santun, serta memiliki kesadaran hukum dalam "berpikir sebelum mengklik" di ruang siber.
Penulis: Pradinda Puspa Rinjani
