SRAGEN-- Tantangan sosial yang dihadapi oleh generasi muda, khususnya Gen Alpha di tingkat sekolah dasar, kini kian bergeser ke ruang siber. Fenomena maraknya kecanduan interaksi komersial digital seperti aksi top-up atau pembelian item visual dalam game online di antaranya Roblox, Free Fire,PUBG, dan Mobile Legends menjadi perhatian serius. Guna merespon permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melangsungkan program kerja edukasi dan sosialisasi bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Program "Generasi Cerdas Digital: Membentengi Anak dari Boros Digital dan Bahaya Kecanduan Top-Up Game Online" (Gamer Cermat) ini dirancang sebagai langkah intervensi komunikasi strategis berbasis komunitas. Program ini bertujuan membentengi Gen Alpha dari perilaku konsumtif digital, mengedukasi esensi nilai mata uang riil, serta memutus rantai perilaku impulsif anak demi mewujudkan tumbuh kembang siswa yang sehat dan produktif.
Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak untuk memahami esensi nilai finansial dunia nyata serta bahaya eksploitasi komersial di dalam ekosistem game digital. Mahasiswa KKN menekankan bahwa kebiasaan transaksi mandiri anak di minimarket maupun via dompet digital tanpa pengawasan dapat berkembang menjadi adiksi yang merugikan.
Dorongan impulsif anak untuk terus membeli item digital demi gengsi antarteman sering kali berujung pada tindakan nekat seperti menyalahgunakan uang jajan, uang SPP, hingga menggunakan dana orang tua tanpa izin. Hal ini tidak hanya mengancam ketahanan finansial keluarga, tetapi juga berpotensi merusak karakter moral serta mengikis konsentrasi dan fokus belajar siswa di sekolah.
Program sosialisasi ini berfokus pada empat pilar perubahan utama. Pertama, membentengi anak-anak usia sekolah dasar agar mampu memahami esensi nilai mata uang riil dan membentengi diri dari eksploitasi komersial game online sejak dini. Kedua, mencegah kerugian finansial keluarga dengan memutus rantai perilaku impulsif yang berpotensi memicu penyalahgunaan dana sekolah maupun milik orang tua.
Ketiga, membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui pelatihan regulasi diri (self-regulation). Siswa didorong untuk mampu menahan diri dari godaan konsumtif digital dan mengalihkan orientasi mereka pada perilaku produktif seperti menabung untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat di dunia nyata. Keempat, menjaga mentalitas dan fokus belajar anak dengan mereduksi persaingan gengsi tidak sehat berbasis kepemilikan item virtual antarteman.
Antusiasme siswa SD Negeri 1 Ngargotirto terlihat sangat tinggi sepanjang jalannya sosialisasi interaktif. Pihak sekolah, termasuk Kepala Sekolah, para guru, dan sesama peserta KKN memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Pihak sekolah menilai bahwa penyuluhan preventif berbasis edukasi komunikasi ini sangat relevan dan krusial dalam membentengi karakter anak sejak dini.
Melalui sinergi yang harmonis antara mahasiswa KKN PPM UNISRI, pihak sekolah, serta pengawasan berkelanjutan dari orang tua di rumah, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Desa Ngargotirto yang cerdas memanfaatkan teknologi, bijak secara finansial, berkarakter kuat, dan fokus mengukir prestasi gemilang.
Penulis : Fitria Nur Apriani