Edukasi Literasi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Warga Mlale Kenali Modus Penipuan dan Lindungi Data Pribadi - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Edukasi Literasi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Warga Mlale Kenali Modus Penipuan dan Lindungi Data Pribadi

 Edukasi Literasi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Warga Mlale Kenali Modus Penipuan dan Lindungi Data Pribadi

Dok. Nur Zhafira Ramadhani H


Sragen, 21 Juli 2026 – Mahasiswa kelompok 23 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi menggelar sosialisasi bertema "Waspada Penipuan Lewat HP: Kenali Modusnya, Lindungi Data Pribadi, dan Laporkan Jika Menjadi Korban" di Desa Mlale , Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menyasar warga setempat, terutama para orang tua dan remaja yang aktif menggunakan ponsel dalam keseharian.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut dipandu oleh dua mahasiswa, yakni Nur Zhafira Rmadhani H dari prodi Hukum dan Awin Putri Cahyani dari prodi Pendidikan Teknologi Informasi. Mereka menyampaikan materi dengan gaya santai tapi serius, karena menurut mereka, kasus penipuan lewat HP makin marak dan banyak korban dari kalangan masyarakat awam.

"Kami ingin warga nggak cuma tahu kalau ada penipuan, tapi juga paham gimana modusnya, gimana cara menjaga data pribadi, dan yang paling penting, kalau sudah jadi korban jangan diam aja, harus lapor," ujar Zhafira di sela-sela acara.

Dalam sosialisasi ini, pemateri memaparkan berbagai modus penipuan yang sering terjadi, seperti telepon mengatasnamakan bank, SMS berisi tautan mencurigakan, hingga iming-iming hadiah palsu yang meminta data pribadi. Warga diajak untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya dengan informasi yang masuk lewat HP.

Tak cuma teori, peserta juga dikenalkan langkah-langkah sederhana untuk melindungi data pribadi, seperti tidak sembarangan membagikan KTP, nomor rekening, atau kode OTP ke siapa pun, meskipun mengaku dari lembaga resmi. Selain itu, peserta juga diberikan contoh bagaimana cara melaporkan kejadian penipuan ke nomor pengaduan resmi seperti 110 atau melalui aplikasi pelaporan kepolisian.

Dok.Nur Zhafira Ramadhani H

Sesi tanya jawab berjalan cukup hidup. Beberapa warga mengaku pernah menerima telepon mencurigakan dan langsung menanyakan apa yang harus dilakukan. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, bahkan ada yang membagikan pengalaman pribadi terkait percobaan penipuan.

"Kegiatan ini sangat berguna, soalnya sekarang banyak banget orang yang kena tipu lewat HP. Anak-anak muda juga sering kena, apalagi yang suka online," ujar salah satu peserta, Ibu Sutini, warga Mlale.

Di akhir acara, mahasiswa KKN membagikan lembaran kecil berisi daftar nomor darurat dan tips cepat menghadapi penipuan, supaya warga bisa mengingatnya dengan mudah.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan warga Desa Mlale makin waspada dalam menggunakan ponsel, tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu, dan berani melapor jika mengalami kejadian serupa. Mahasiswa KKN berharap edukasi seperti ini bisa terus berlanjut, karena literasi digital jadi bekal penting di era serba online sekarang ini.

Penulis : Nur Zhafira Ramadhani H 



Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done