Dorong UMKM "Naik Kelas", Mahasiswa KKN Unisri Bantu Digitalisasi Pojok Jajan "Bu Yanti" di Karangtalun
![]() |
| Dok.Muhammad Ikfan Kurniawan |
SRAGEN, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melakukan gebrakan nyata untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas. Salah satunya melalui program pendampingan digitalisasi bagi UMKM di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Sabtu (15/8/2026).
Program bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Digital Marketing" ini dilaksanakan oleh Muhammad Ikfan Kurniawan, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisri yang tergabung dalam Kelompok 94 dengan bimbingan DPL Dr. Avisema Sigit Saputro, S.P., M.P.
Program ini berangkat dari realitas di lapangan. Banyak UMKM desa yang produknya laris, namun belum tersentuh teknologi digital. Transaksi masih serba tunai, tidak terdeteksi di peta digital, dan belum memiliki identitas visual yang jelas. Padahal, perilaku konsumen saat ini sangat bergantung pada gawai.
Merespons kondisi tersebut, Ikfan menyasar "Pojok Jajan Bu Yanti", sebuah usaha dapur kuliner di Dukuh Mojosari (Karangsido RT 20). Terdapat tiga intervensi utama yang dilakukan, yakni pembuatan QRIS, pendaftaran lokasi di Google Maps, dan pembuatan banner toko yang informatif.
![]() |
| Dok.Muhammad Ikfan Kurniawan |
"Pendampingan dimulai dengan membantu pelaku usaha memahami manfaat QRIS sebagai alternatif pembayaran yang lebih cepat dan aman. Selain itu, kami mendaftarkan titik lokasi di Google Maps agar calon konsumen dari luar dukuh mudah mencari lokasi usaha ini," jelas Ikfan.
Sebagai pelengkap identitas visual, banner toko dirancang khusus untuk memuat daftar menu dan harga dengan jelas, sehingga memperkuat kesan profesional dan memudahkan pembeli baru.
Upaya ini disambut baik oleh pemilik usaha. "Sebelumnya usaha saya belum ada di peta digital dan pembayaran masih tunai semua. Setelah dibantu adik-adik KKN, sekarang ada banner yang jelas menunya, dan lokasi warung juga sudah bisa dicari lewat Google Maps," ujar Bu Yanti antusias.
Meski demikian, Ikfan mengakui proses digitalisasi ini tidak lepas dari tantangan. Sebagian pedagang masih ragu beralih ke transaksi digital karena terbiasa dengan uang tunai. Kendala teknis seperti spesifikasi ponsel pintar yang terbatas dan akses internet yang tidak stabil di desa juga turut menjadi hambatan.
Terlepas dari tantangan tersebut, program pendampingan ini berhasil membuka wawasan UMKM terhadap teknologi pembayaran non-tunai dan promosi digital. Ke depannya, diharapkan ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa, baik berupa peningkatan infrastruktur internet maupun pelatihan lanjutan, agar digitalisasi UMKM di Desa Karangtalun dapat berjalan mandiri dan optimal.
Penulis: Muhammad Ikfan Kurniawan

