Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif
Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif
![]() |
| Mahasiswa KKN-PPM UNISRI berfoto bersama siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Gesi, Sragen, usai pelaksanaan program edukasi Bahasa Inggris interaktif, Kamis (30/7/2026). |
SRAGEN — Bahasa Inggris kerap dianggap rumit dan menakutkan bagi siswa sekolah dasar (SD) di kawasan pedesaan akibat minimnya pemaparan bahasa asing. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pembelajaran interaktif di SD Negeri Srawung 1, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kosakata Profesi Dasar Bahasa Inggris dan Penguatan Motivasi Meraih Cita-Cita Melalui Fun Games dan Media Paspor Mini” ini diinisiasi oleh Farah Alya Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UNISRI dari Kelompok 16. Program yang diikuti 16 siswa kelas 4 SD ini bertujuan mematahkan stigma kaku dalam belajar bahasa asing, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat mengungkapkan cita-cita.
Ubah Hambatan Kosakata Menjadi Permainan Seru
Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi para siswa adalah terbatasnya perbendaharaan kata (vocabulary) serta kekakuan dalam melafalkan ejaan bahasa asing. Banyak siswa canggung dan takut salah saat menyebutkan jenis profesi (occupations) maupun lokasi tempat kerja (workplaces).
Guna mengatasi hambatan tersebut, pembelajaran diawali dengan pengenalan kosakata dasar menggunakan media kartu edukatif (flashcard). Metode dilanjutkan melalui pendekatan game-based learning berupa The Hot Potato Game. Diiringi musik ceria, bola kecil dioper dari tangan ke tangan. Saat musik dimatikan secara mendadak, siswa yang memegang bola terakhir wajib menyebutkan nama profesi yang ditunjukkan pada flashcard, seperti astronaut, firefighter, pilot, atau doctor.
Melalui permainan spontan ini, siswa diajak melatih kemampuan merespons pertanyaan lisan “What do you want to be?” dan “Where will you work?” menggunakan pola kalimat sederhana “I want to be a/an...” serta “I will work in a/an…” tanpa merasa dihakimi.
Visualisasikan Cita-Cita Lewat The Future Leader's Passport
Puncak dari kegiatan pengajaran ini terletak pada pembuatan proyek karya fisik berupa The Future Leader's Passport atau Paspor Masa Depan. Menggunakan media kertas yang dilipat menyerupai paspor sungguhan, siswa diajak mengisi biodata karier dalam Bahasa Inggris mencakup Name, Age, Future Job, dan Workplace, lalu menghiasnya menggunakan pensil warna.
Untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, para siswa diminta maju ke depan kelas untuk membacakan hasil paspor milik mereka di hadapan teman-temannya.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketuntasan proyek, Farah memberikan stempel khusus berupa stiker good job (Visa Stamp) pada lembar belakang paspor. Penempelan stiker ini menjadi simbol bahwa "paspor masa depan" milik mereka telah resmi aktif untuk membawa mereka meraih cita-cita.


