Manajemen Waktu: Mahasiswa KKN Edukasi Pentingnya Mengatur Waktu Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 Galeh - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Manajemen Waktu: Mahasiswa KKN Edukasi Pentingnya Mengatur Waktu Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 Galeh

 

Sumber foto: Annisa Iqtania Putri 

Galeh – Kemampuan mengatur waktu merupakan salah satu keterampilan sederhana yang penting dikenalkan kepada anak sejak usia sekolah. Melalui kebiasaan mengatur waktu dengan baik, anak tidak hanya belajar menjadi lebih disiplin, tetapi juga belajar bertanggung jawab, menentukan prioritas, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta membagi waktu untuk belajar, bermain, beristirahat, dan kegiatan lainnya. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan program kerja individu mahasiswa KKN Fara Annisa Iqtania Putri melalui kegiatan edukasi bertajuk “Manajemen Waktu”.


Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SDN 1 Galeh kepada siswa kelas 4 dan 5. Program tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai pengertian manajemen waktu, pentingnya mengatur waktu, cara menentukan prioritas kegiatan, membuat jadwal harian, serta memahami akibat dari kebiasaan menunda tugas. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.


Pada awal kegiatan, siswa dikenalkan dengan pengertian manajemen waktu. Manajemen waktu merupakan kemampuan untuk mengatur dan menggunakan waktu dengan baik agar berbagai kegiatan dapat dilakukan secara teratur dan tepat waktu. Siswa diberikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki waktu yang sama dalam satu hari sehingga waktu perlu digunakan secara bijak dan tidak dihabiskan untuk satu kegiatan saja.

Pemahaman tersebut penting karena anak pada usia sekolah mulai memiliki berbagai kegiatan dan tanggung jawab. Siswa perlu membagi waktu antara belajar, mengerjakan tugas, bermain, membantu orang tua, beristirahat, dan melakukan kegiatan lainnya. Apabila waktu tidak diatur dengan baik, kegiatan dapat menjadi tidak teratur dan tugas dapat tertunda.


Selanjutnya, siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat mengatur waktu. Dalam materi, manajemen waktu dijelaskan sebagai salah satu cara untuk melatih kedisiplinan karena siswa dibiasakan melakukan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Selain itu, mengatur waktu juga dapat melatih tanggung jawab, membantu menyelesaikan tugas tepat waktu, mengurangi kebiasaan terburu-buru, serta memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat dan bermain.


Materi kemudian diarahkan pada pembahasan mengenai prioritas kegiatan. Siswa diajak memahami bahwa tidak semua kegiatan harus dilakukan pada waktu yang sama. Kegiatan yang penting dan memiliki batas waktu perlu didahulukan, seperti mengerjakan pekerjaan rumah atau belajar sebelum menghadapi ujian. Sementara itu, kegiatan seperti bermain atau menonton dapat dilakukan setelah kewajiban utama selesai.

Pembahasan mengenai prioritas menjadi salah satu bagian penting dalam edukasi karena siswa perlu belajar menentukan kegiatan yang harus dilakukan terlebih dahulu. Dengan memahami prioritas, siswa diharapkan dapat mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan dan lebih mampu menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan.


Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilengkapi dengan kuis sederhana. Siswa diberikan beberapa pertanyaan sederhana. Contoh yang diberikan antara lain, Apa yang dilakukan setelah pulang sekolah?, Kapan waktu belajar?, Apa akibat menunda tugas? Melalui kuis tersebut, siswa dapat menguji pemahaman mereka sekaligus belajar menentukan prioritas melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain memahami pentingnya menentukan prioritas, siswa juga diberikan materi mengenai cara membuat jadwal kegiatan harian. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam jadwal, yaitu bangun tidur, persiapan sekolah, kegiatan belajar, makan, mengerjakan tugas, bermain, membantu orang tua, belajar kembali, dan tidur. Siswa diberikan pemahaman bahwa jadwal tidak harus dibuat secara rumit, tetapi harus sesuai dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

Sumber foto: Annisa Iqtania Putri 

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak untuk memahami bahwa membuat jadwal dapat membantu seseorang menggunakan waktu secara lebih teratur. Dengan adanya jadwal, siswa dapat mengetahui kegiatan yang harus dilakukan dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya. Jadwal juga dapat membantu siswa menyeimbangkan waktu belajar, bermain, dan beristirahat.


Selain penyampaian materi dan kuis, siswa juga diberikan cerita sederhana mengenai seorang siswa yang sering menunda tugas. Siswa tersebut lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain sehingga pekerjaan rumah tidak segera dikerjakan. Akibatnya, tugas menjadi menumpuk dan harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas. Cerita tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa kebiasaan menunda dapat membuat pekerjaan menjadi lebih berat.


Melalui kegiatan “Manajemen Waktu”, siswa tidak hanya diajak mengetahui bahwa waktu merupakan sesuatu yang berharga, tetapi juga memahami cara menggunakannya dengan baik. Edukasi tersebut menekankan bahwa mengatur waktu bukan berarti tidak boleh bermain, tetapi mengajarkan siswa untuk mengetahui kapan waktunya belajar, mengerjakan tugas, bermain, membantu orang tua, dan beristirahat.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk edukasi mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada siswa melalui materi yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan mereka. Pemahaman mengenai manajemen waktu sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan yang lebih teratur dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.


Program edukasi yang dilaksanakan oleh Fara Annisa Iqtania Putri di SDN 1 Galeh kepada siswa kelas 4 dan 5 diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan berlangsung. Siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan mengatur waktu dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membuat jadwal sederhana, menentukan prioritas, menyelesaikan tugas tepat waktu, hingga membagi waktu antara belajar, bermain, dan beristirahat.

Pada akhirnya, kegiatan “Manajemen Waktu” mengajarkan bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah sederhana. Mengatur waktu tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit, tetapi dapat dimulai dengan membuat jadwal, mengerjakan tugas sebelum bermain, menghindari kebiasaan menunda, dan tidur tepat waktu. Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu menentukan prioritas.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam materi, “Atur waktumu hari ini, agar tidak menyesal di kemudian hari.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu yang digunakan dengan baik dapat membantu siswa menyelesaikan tanggung jawab sekaligus mencapai tujuan dengan lebih teratur.


Penulis: Annisa Iqtania Putri 

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done