Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Dorong Transformasi Digital UMKM melalui Pembentukan QRIS di Desa Mojopuro - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Dorong Transformasi Digital UMKM melalui Pembentukan QRIS di Desa Mojopuro

 Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Dorong Transformasi Digital UMKM melalui Pembentukan QRIS di Desa Mojopuro

Sumber foto: Putri Anisa Ramadani



Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Transformasi Digitalisasi UMKM melalui Pembentukan QRIS di Desa Mojopuro”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dengan sasaran lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya dalam sistem pembayaran. Berdasarkan hasil survei dan observasi, pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi usaha oleh sebagian pelaku UMKM masih memerlukan pendampingan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengenalan dan pendampingan penggunaan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran non-tunai..

Kegiatan dilaksanakan secara langsung dengan metode door to door kepada masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan waktu, kondisi, jenis usaha, dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai digitalisasi UMKM, pengenalan QRIS, manfaat pembayaran digital, serta cara penggunaan QRIS dalam kegiatan transaksi usaha.

Lima UMKM yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yaitu UMKM Keripik Tempe Mbah Ndelul, UMKM Keripik Pisang Mbak Fitri, Es Teh O-longg, Warung Sederhana “Ngemat”, dan Laras Snack. Kelima UMKM tersebut merupakan usaha yang memiliki potensi untuk terus berkembang karena produk dan jasanya telah dikenal oleh masyarakat sekitar serta memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.


Sumber foto: Putri Anisa Ramadani


Ani Noviya selaku pelaksana program berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pelaku UMKM di Desa Mojopuro untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai dapat memberikan kemudahan dalam transaksi sekaligus membantu pelaku UMKM mengikuti perubahan pola pembayaran masyarakat.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak Desa Mojopuro melalui koordinasi dengan Kebayan serta partisipasi dari pelaku UMKM yang menjadi sasaran program. Pelaksanaan pendampingan dilakukan secara langsung kepada lima UMKM, yaitu UMKM Keripik Tempe Mbah Ndelul, UMKM Keripik Pisang Mbak Fitri, Es Teh O-longg, Warung Sederhana “Ngemat”, dan Laras Snack. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara door to door dengan menyesuaikan waktu dan kondisi masing-masing pelaku usaha.

Sumber foto: Putri Anisa Ramadani

Melalui program “Transformasi Digitalisasi UMKM melalui Pembentukan QRIS di Desa Mojopuro”, diharapkan pelaku UMKM mampu memahami manfaat pembayaran digital serta menggunakan QRIS dalam kegiatan transaksi sehari-hari. 

Pembentukan QRIS diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pembayaran yang praktis bagi konsumen, tetapi juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha secara berkelanjutan.

Kegiatan diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pelaku UMKM setelah program KKN-PPM selesai, sehingga pemanfaatan QRIS dapat menjadi bagian dari kegiatan usaha sehari-hari dan mendukung terciptanya UMKM Desa Mojopuro yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Penulis: Ani Noviya 


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done