Tapak pertama yang patah,
terjadi di dalam rumah.
Sejak usia awal mengenal dunia,
sebuah pelindung membuat luka.
Awal cerita menjadi duri,
meninggalkan luka dan sepi di sudut
kiri.
Kini pintu hati menjadi terkunci,
menolak banyak rasa yang mendekati.
Ada takut yang sulit ditutupi,
di setiap malam mulai datang.
Khawatir jika nanti melangkah
kembali,
ujungnya kembali pecah menyerang.
Bukan menolak datangnya rasa yang
baru,
hanya takut mengulang sedih.
Ada ruang kosong yang terabaikan,
sebuah hilang yang belum sempat
dicari.
Penulis :
Adista Putri Revalina
Penyunting : Fahra Nautisya