Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Hadirkan "Kotak Masalah Teman Curhat" di SMP Negeri 4 Satu Atap Sumberlawang - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Hadirkan "Kotak Masalah Teman Curhat" di SMP Negeri 4 Satu Atap Sumberlawang

Sumber foto:Dzahwa Allya Safitri

Sumberlawang, Sragen (27 Juli 2026)— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi yang bertugas di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, menginisiasi program individu bertajuk "Kotak Masalah Teman Curhat: Menghadirkan Ruang Aman untuk Berbagi Cerita, Menguatkan Empati dan Menumbuhkan Kepedulian Antarsesama". Program ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Satu Atap Sumberlawang sebagai upaya awal pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah.

Program tersebut digagas oleh Dzahwa Allya Safitri, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi Surakarta , sebagai salah satu bentuk kontribusi keilmuannya selama menjalani masa pengabdian di masyarakat. Ia menilai bahwa banyak siswa kerap memendam masalah pribadi maupun masalah dengan teman sebaya karena tidak memiliki ruang aman untuk bercerita, yang jika dibiarkan berpotensi memicu konflik hingga tindakan perundungan atau bullying.

"Anak-anak usia sekolah menengah pertama sering kali mengalami tekanan sosial, baik dari teman sebaya maupun lingkungan sekitar, tetapi tidak semua dari mereka berani atau memiliki kesempatan untuk mengutarakannya secara langsung. Kotak masalah ini menjadi jembatan awal agar suara mereka tetap didengar," ujar Dzahwa.

Sumber foto:Dzahwa Allya Safitri

Mekanisme Program

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diminta menuliskan permasalahan yang sedang dihadapi pada secarik kertas, baik terkait hubungan pertemanan, tekanan akademik, maupun pengalaman yang berkaitan dengan perundungan. Kertas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak masalah yang telah disediakan secara khusus di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, setiap surat yang masuk hanya akan dibaca oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah, sehingga kerahasiaan isi maupun identitas siswa tetap terjaga. Isi kotak masalah ini kemudian menjadi bahan pemetaan awal terhadap kondisi psikososial siswa, sekaligus menjadi dasar dalam merancang langkah pendampingan maupun edukasi lanjutan terkait pencegahan bullying di sekolah tersebut.

 

Menurut Dzahwa, pendekatan ini dipilih karena mempertimbangkan kondisi sebagian siswa yang mungkin merasa takut atau belum berani untuk bercerita secara langsung. Dengan jaminan bahwa surat hanya dibaca oleh guru BK dan kerahasiaannya terjaga, siswa diharapkan dapat menyampaikan permasalahannya dengan lebih terbuka dan jujur, tanpa harus merasa canggung atau khawatir diketahui identitasnya oleh teman-teman lain.

Menumbuhkan Empati dan Kepedulian

Program ini tidak hanya bertujuan menjaring permasalahan yang dialami siswa, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling peduli dan empati antarsesama siswa di lingkungan sekolah. Dengan adanya ruang untuk bercerita, siswa yang selama ini merasa sendirian menghadapi masalahnya dapat merasa lebih diperhatikan oleh lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik adanya program ini dan berharap dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun lingkungan belajar yang lebih sehat secara emosional bagi para siswa, sekaligus memperkuat peran guru bimbingan konseling dalam mendampingi siswa secara berkelanjutan.

Program "Kotak Masalah Teman Curhat" ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi dalam mendukung pembentukan karakter dan kesehatan mental siswa di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, khususnya di SMP Negeri 4 Satu Atap Sumberlawang.


PenulisDzahwa Allya safitri


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done